HEADLINE

KPMG-MU Gelar Aksi Untuk Petani

Keterangan gambar :Kordinator aksi,  Muh. Irham Galela. 


PIKIRAN UMMAT–Ternate |Elemen gerakan yang tergabung dalam KPMG –MU melakukan gerakan aksi di beberapa titik aksi di kota Ternate. Aksi demonstrasi dalam rangkaian perangatan HUT Petani ini menyoroti   berbagai isu petani yang masih diabaikan rezim pemerintahan indonesia dalam kurung waktu 60 tahun terakhir ini.Rezim rezim penguasa katanya  masih tetap abai terhadap permasalahan yang dihadapi rakyat petani .

Persoalan reforma agraria, realisasi UUPA, pengadaan industri pengolahan kelapa dalam sampai soal pendidikan dan tapal batas kecemamatan galela selatan menjadi sorotan tajam dalam aksi hari jumat, (24/9) di depan kantor walikota Ternate sekira pukul 16.00 tersebut. 

Berdasarkan rilis yang diterima media ini, KMPG-MU menyatakan bahwa selama enam dekade bangsa ini sejak tanggal 24 september 1960, bangsa ini telah menancapkan salah satu tonggak sejarah penting perjuangan petani dimana bumi, air, termasuk kekayaan alam yang terkandung didalam perut bangsa ini adalah miliki rakyat dan olehnya negara harus mampu melihat ini. Hal ini seperti tertera dalam UUPA pasal 1 ayat 2 yang menyatakan bahwa seluruh bumi, air, dan ruang angkasa yang terkandung didalamnya dalam wilayah Republik Indonesia  sebagai karunia Tuhan yang maha esa merupakan kekayaan nasional. 

Keterangan gambar :Nampak orasi yang dilakukan salah satu peserta aksi. 

Oleh karena lanjut mereka seperti dalam rilis bahwa momentum hari tani nasional merupakan tonggak mengenang sejarah perjuangan petani di seluruh Indonesia dalam merebut kemerdekaan yang penuh dengan pengorbanan & penderitaan sekaligus refleksi atas penderitaan rakyat petani yang masih berlangsung hingga saat ini. UUPA menurut KPMG-MU tisak saja sebagai simbol akan tetapi harus menjadi representasi untuk diwujudkan pemeeintah indonesia guna kesejahteraan petani. 

Perkembanganya menurut KPMG sampai pada rezim presiden jokowi dalam dua periode inipun belum mampu mewujudkan amanat UUPA. Bahkan KPMG-7MU mengklaim begitu banyak kebijakan yang mengancam kedaulatan rakyat di sektor agraria yang diantaranya operasional IUP Pertambangan yang berefek pada kerusakan lingkungan dan juga pernapasan ruang hidup petani. 

Mencermati permasalahan tersebut, KPMG-MU menuntut pemerintah pusat & pemerintahan daerah untuk :

1.Wujudkan reforma agraria. 

2.Realisasikan UUPA No. 05 1960.

3.Sediakan industri kelapa dalam bagi petani. 

4.Pertahankan harga kopra. 

5.Naikan nilai tukar petani (NTP). 

6.Wujudkan kedaulatan pangan. 

7.Stop kriminalisasi petani & aktivis lingkungan hidup. 

8.Batalkan IUP yang tidak memiliki wawasan lingkungan di Maluku Utara. 

9.Selamatkan danau kecamatab galela & eceng gondok. 

10.Stip kapitalisasi pendidikan karena berdanpak buruk bagi petani. 

11.Selesaikan tapal batas wilayah kecamatan galela Selatan. 

Aksi yang digelar ssekira pukul 16.00 pada jumat (24/9) didepan kantor walikota Ternate itu selesai. (**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *